Senin, 29 Oktober 2012

makalah sejarah



BAB I
PENDAHULUAN

a.      Latar Belakang
Sebagai manusia kita tidak bisa terhindar dari namanya asal mula atau masa lampaunya suatu hal nah hal itulah yang berbau sejarah. Tidak jarang juga banyak yang tidak mengetahui apakah itu sejarah?. Padahal sebaagai manusia kita tidak bisa terlepas dari yang namanya sejarah itu. Alasan itulah yang membuat terbuatnya makalah ini.  

b.      Tujuan
Segala hal yang dilakukan harus didasari dengan yanh namanya pemikiran kenapa harus melakukan hal itu, nah disamping itu harus ada juga pemikiran tujuan apa jika kita melakukan hal itu. Makalah ini membahas tentang yang namanya sejarah, jadi tujuan dari terciptanya makalah ini adalah agar banyak individu mengetahui apakah sebenarnya sejarah itu, itu adalah salah satu dari tujuan yang ingin kami capai

c.       Batasan Masalah
·         Istilah yang memakai sejarah
·         Defeninisi Sejarah
·         Pengertian sejarah secara negative
·         Pengertian sejarah secara positif










BAB II
PEMBAHASAN

1.      Istilah Yang Memakai Kata Sejarah
Bahasa Arab "SYAJARA" artinya "TERJADI", "SYAJARAH" artinya "POHON", "SYAJARAH ANNASAB" artinya "POHON SILSILAH" ; Bahasa Inggris "History", Bahasa Latin dan Yunani "Historia", Bahasa Junani "Histor" atau "Istor" artinya "Orang Pandai". Tetapi gambaran tentang sejarah ini tidak sesuai dengan yang kita harapkan, yang dikemukakan atau menurut yang dihadiri oleh mahasiswa tahun pertama.
Kuliah semacam ini tidak dimaksudkan untuk memberikan penjelasan tentang sejarah pada umumnya. Dosen memberi materi kuliah harus bisa menyesuaikan diri dengan harapan teman-teman daripada tuntunan mahasiswa baru yang masih perlu dengan penerangan. Dosen juga harus mempunyai keahlian "American Studies" yaitu  kekhususan "Sejarah Hubungan Internasional", dan menjelaskan tentang sikap Amerika terhadap penyerbuan Jepang ke Cina sebelum Perang Dunia II. Yang ingin disampaikan dalam kuliah sebenarnya adalah "Watak Diplomasi Amerika" yang selalu mengutamakan kepentingan nasionalnya saja, walaupun itu dikemas dalam retorika menegakkan Kemerdekaan.
Pelajaran di sekolah setidaknya mengajarkan fakta sejarah dan pengalaman, dan apa yang sudah terjadi kta anggap sejarah, yaitu yang terjadi di luar pengetahuan manusia (disebut sejarah objektif) dan yg terjadi sepengetahuan manusia (disebut sebagai sejarah subyektif). Adapun ilmu sejarah atau sejarah sudah sering didengar, meskipun sering disalahpahamkan, ialah ilmu yang akan diajarkan di Jurusan Sejarah. Demikian juga kata sejarah yang digunakan dalam banyak profesi yang berkenaan dengan kesejarahan.

2.      Defenisi Sejarah
Sejarah adalah rekonstruksi masa lalu.nah bukan maksudnya membangu kembali masa lalu sendiri itu adalah Antikuarianisme bukan sejarah. Seorang sejarawan Amerika menyatakan bahwa sejarah itu ibarat orang naik kereta diamana ia menghadap kebalakang dimana ia bisa melihat kanan dan kiri tapi masalahnya ia tidak bisa melihat ke arah depan.
Ada definisi sejarah yang tautologis yang mengatakan bahwa sejarah ialah apa yang dikerjakan sejarawan,nah tautologi ini menegaskan bahwa sejarawan mempunya kebebasan dalam rekonstruksi,atau secara tidak langsung sejarwan tadi itulah yang tahu gimana sejarah itu secara fakta fan jelasnya. Sejarawan menulis,mengatakan apa saja asal memenuhi syarat untuk disebut sebuah sejarah.
                                                        
3.      Pengertian  Sejarah Secara Negatif
a.       Sejarah Bukan Mitos
Dalam bahasa Yunani mythos berarti dongeng. Sama – sama menceritan masa lampau. Mitos berbeda dengan sejarah. Mitos menceritakan masa lampau dengan waktu yang tidak jelas dan kejadian yang tidaqk masuk akal dimasa kini. Seperti mitos dari jawa tentang raja Dewata cengkrang , pemakan manusia yang dikalahkan ajisaka. Mitos – mitos  mempunyai kegunaan tersendiri tetapi mitos bukan sejarah. Dalam mitos tidak ada penjelasan kapan peristiwa terjadi sedangkan dalam sejarah semua peristiwa secara persis ada kapan terjadinya.
b.      Sejarah Itu Bukan Filsafat
Sejarah sebagai ilmu dapat terjatuh sebagai tidak ilmiah bila dihubungkan dengan filsafat: (1) sejarah dimoralkan, (2) Sejarah sebagai ilmu yang konkrit yang dapat menjadi filsafat abstrak. Pada zaman pertengahan sejarah dipengaruhi Teologi , pada abad ke- 19 sejarah dipengaruhi oleh liberalisme, kapitalisme, dfan nasionalisme. Pada abad ke-20 sejarah dipengaruhi oleh marxisme. Pada abad ke-20 sejarah dipengaruhi oleh modernisasi dan globalisasi.
c.       Sejarah Bukan Ilmu Alam
Sejarah mempunyai tersendiri dalam pekerjaannya. Sejarah sering dimasukkan dalam ilmu-ilmu human studies yang dalam perjalanan waktu dipecah dalam ilmu sosial. Orang sering kali membedakan ilmu alam dengan ilmu manusia. Disatu pihak ilmu–ilmu alam (termasuk ilmu sosial lainnya) bertujuan untuk menemukan hukum–hukum umum atau bersifat nomotetis. Sedangkan sejarah  berusaha menuliskan hal–hal yang khas dan unik atau bersifat ideografis (ilmu yang menuliskan perilaku).
d.      Sejarah Itu Bukan Sastra
Sejarah setidaknya berbeda dengan sastra dalam 4 (empat) hal yaitu:
1.      Cara kerja
2.      Kebenaran
3.      Hasil keseluruhan
4.      Kesimpulan
     Dari cara kerja sastra adalah pekerjaan hasil imajinasi yang lahir dari kehidupan sebagaimana pengarangnya mengerti. Jika pengarangnya bersimpati dengan rakyat kecil maka sastra menceritakan rakyat kecil

4.      Pengertian Sejarah Secara Positif
Sebagai ilmu, sejarah terikat pada prosedur peneliatian ilmiah. Sejarah juga terikat pada penalaran yang bersandar pada fakta. Kebeneran sejarah terletak dalam kesediaan sejarawan untuk meneliti sumber sejarah secara tuntas, sehingga diharapkan ia akan mengungkapkan secara obyektif hasil akhir yang diharapkan ialah kecocokan antara pemahaman sejarawan dengan fakta.
a.  Sejarah ialah ilmu tentang manusia
     Peristiwa masa lalu itu sangat luas. Terjadinya alam semesta memang sudah berlalu, tapi itu  menjadi objek penelitian astronomi bukan sejarah. Jadi Sejarah hanya bercerita tentang manusia dengan segala aktivitasnya baik peristiwa masa lalu, sekarang maupun manusia yang akan datang. Akan tetapi manusia yang berupa fosil menjadi penelitian para antropolog, arkeolog, dan sejarawan juga.
b.      Sejarah adalah ilmu tentang waktu
Jika kita berbicara tentang sejarah dalam waktu, maka sejarah itu akan bersifat diakronis (peristiwa sejarah memanjang dalam waktu). Dalam membicarakan waktu terjadi empat hal, yaitu:
·         Perkembangan
Perkembangan terjadi bila berturut-turut masyarakat bergerak dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Biasanya masyarakat akan berkembang dari bentuk yang sederhana ke bentuk yang lebih kompleks. Perkembangan mengandaikan tidak ada pengaruh luar yang menyebabkan pergeseran.
·         Kesinambungan
Kesinambungan terjadi bila suatu masyarakat baru hanya melakukan adopsi lembaga-lembaga lama, seperti kolonialisme merupakan kelanjutan dari patrimonialisme
·         Pengulangan
Pengulangan terjadi bila peristiwa yang pernah terjdi di masa lampau terjadi lagi, seperti munculnya kaum pemodal kuat sepanjang abad ke-19 yang menyengsarakan penduduk. Hal ini terulang lagi pada abad ke-20.
·         Perubahan
Perubahan terjadi bila masyarakat mengalami pergeseran dan sekaligus perkembangan. Biasanya perubahan terjadi karena pengaruh dari luar, seperti gerakan Padri di Sumatera Barat yang menentang kaum adat sering dianggap sebagai pengaruh gerakan wahabi di Arab yang ditularkan lewat para haji yang pulang dari Mekkah yang tidak puas dengan kekuasaan kaum adat.
c.       Sejarah adalah ilmu tentang sesuatu yang mempunyai makna sosial
Tidak semuanya penting untuk  pembangunan dan perubahan masyarakat, yang dianggap sebagai suatu sejarah. Perubahan di masyarakat yang dianggap sebagai sejarah apabila perubahan itu membawa dampak terhadap masyarakat itu sendiri, seperti kedatangan para haji tehun 1888 di Banten, merekalah yang mengkorbankan pemberontakan petani melawan kolonialisme.
d.      Sejarah ialah ilmu tentang sesuatu yang tertentu, satu-satunya dan teruji
Sejarah adalah sejarah tertentu, misalnya jika sejarah berbicara tentang mobilitas sosial, maka harus jelas kapan dan dimana, bagaimana, mengapa, dan siapa mobilitas itu terjadi. Sehingga seorang sejarawan akan mempunyai pemikiran yang berbeda dengan seorang yang bukan sejarawan. Sejarah juga ilmu yang mempelajari tentang peristiwa yang unik (satu-satunya), misalnya sejarawan harus menulis peristiwa, waktu, tempat yang hanya sekali terjadi. Sejarah juga harus terinci dan detail (membahas dan menyajikan dari hal-hal yang besar sampai hal-hal yang kecil).








Tidak ada komentar:

Posting Komentar