BAB I
PENDAHULUAN
a. Latar
Belakang
Sebagai manusia kita tidak
bisa terhindar dari namanya asal mula atau masa lampaunya suatu hal nah hal
itulah yang berbau sejarah. Tidak jarang juga banyak yang tidak mengetahui
apakah itu sejarah?. Padahal sebaagai manusia kita tidak bisa terlepas dari yang
namanya sejarah itu. Alasan itulah yang membuat terbuatnya makalah ini.
b. Tujuan
Segala hal yang dilakukan
harus didasari dengan yanh namanya pemikiran kenapa harus melakukan hal itu,
nah disamping itu harus ada juga pemikiran tujuan apa jika kita melakukan hal
itu. Makalah ini membahas tentang yang namanya sejarah, jadi tujuan dari
terciptanya makalah ini adalah agar banyak individu mengetahui apakah
sebenarnya sejarah itu, itu adalah salah satu dari tujuan yang ingin kami capai
c. Batasan
Masalah
·
Istilah
yang memakai sejarah
·
Defeninisi
Sejarah
·
Pengertian
sejarah secara negative
·
Pengertian
sejarah secara positif
BAB II
PEMBAHASAN
1.
Istilah Yang Memakai Kata Sejarah
Bahasa Arab "SYAJARA" artinya "TERJADI",
"SYAJARAH" artinya "POHON", "SYAJARAH ANNASAB"
artinya "POHON SILSILAH" ; Bahasa Inggris "History", Bahasa
Latin dan Yunani "Historia", Bahasa Junani "Histor" atau
"Istor" artinya "Orang Pandai". Tetapi gambaran tentang
sejarah ini tidak sesuai dengan yang kita harapkan, yang dikemukakan atau
menurut yang dihadiri oleh mahasiswa tahun pertama.
Kuliah semacam ini tidak dimaksudkan untuk memberikan penjelasan
tentang sejarah pada umumnya. Dosen memberi materi kuliah harus bisa
menyesuaikan diri dengan harapan teman-teman daripada tuntunan mahasiswa baru
yang masih perlu dengan penerangan. Dosen juga harus mempunyai keahlian
"American Studies" yaitu kekhususan "Sejarah Hubungan
Internasional", dan menjelaskan tentang sikap Amerika terhadap penyerbuan
Jepang ke Cina sebelum Perang Dunia II. Yang ingin disampaikan dalam kuliah
sebenarnya adalah "Watak Diplomasi Amerika" yang selalu mengutamakan
kepentingan nasionalnya saja, walaupun itu dikemas dalam retorika menegakkan
Kemerdekaan.
Pelajaran di sekolah setidaknya mengajarkan fakta sejarah dan
pengalaman, dan apa yang sudah terjadi kta anggap sejarah, yaitu yang terjadi
di luar pengetahuan manusia (disebut sejarah objektif) dan yg terjadi
sepengetahuan manusia (disebut sebagai sejarah subyektif). Adapun ilmu sejarah
atau sejarah sudah sering didengar, meskipun sering disalahpahamkan, ialah ilmu
yang akan diajarkan di Jurusan Sejarah. Demikian juga kata sejarah yang
digunakan dalam banyak profesi yang berkenaan dengan kesejarahan.
2.
Defenisi
Sejarah
Sejarah adalah rekonstruksi masa lalu.nah
bukan maksudnya membangu kembali masa lalu sendiri itu adalah Antikuarianisme bukan sejarah. Seorang
sejarawan Amerika menyatakan bahwa sejarah itu ibarat orang naik kereta diamana
ia menghadap kebalakang dimana ia bisa melihat kanan dan kiri tapi masalahnya
ia tidak bisa melihat ke arah depan.
Ada definisi sejarah yang tautologis
yang mengatakan bahwa sejarah ialah apa yang dikerjakan sejarawan,nah tautologi
ini menegaskan bahwa sejarawan mempunya kebebasan dalam rekonstruksi,atau
secara tidak langsung sejarwan tadi itulah yang tahu gimana sejarah itu secara
fakta fan jelasnya. Sejarawan menulis,mengatakan apa saja asal memenuhi syarat
untuk disebut sebuah sejarah.
3. Pengertian Sejarah Secara Negatif
a. Sejarah
Bukan Mitos
Dalam bahasa Yunani mythos berarti
dongeng. Sama – sama menceritan masa lampau. Mitos berbeda dengan sejarah.
Mitos menceritakan masa lampau dengan waktu yang tidak jelas dan kejadian yang
tidaqk masuk akal dimasa kini. Seperti mitos dari jawa tentang raja Dewata
cengkrang , pemakan manusia yang dikalahkan ajisaka. Mitos – mitos mempunyai kegunaan tersendiri tetapi mitos
bukan sejarah. Dalam mitos tidak ada penjelasan kapan peristiwa terjadi
sedangkan dalam sejarah semua peristiwa secara persis ada kapan terjadinya.
b.
Sejarah Itu Bukan Filsafat
Sejarah
sebagai ilmu dapat terjatuh sebagai tidak ilmiah bila dihubungkan dengan
filsafat: (1) sejarah dimoralkan, (2) Sejarah sebagai ilmu yang konkrit yang
dapat menjadi filsafat abstrak. Pada zaman pertengahan sejarah dipengaruhi
Teologi , pada abad ke- 19 sejarah dipengaruhi oleh liberalisme, kapitalisme,
dfan nasionalisme. Pada abad ke-20 sejarah dipengaruhi oleh marxisme. Pada abad
ke-20 sejarah dipengaruhi oleh modernisasi dan globalisasi.
c.
Sejarah Bukan Ilmu Alam
Sejarah mempunyai tersendiri dalam
pekerjaannya. Sejarah sering dimasukkan dalam ilmu-ilmu human studies yang
dalam perjalanan waktu dipecah dalam ilmu sosial. Orang sering kali membedakan
ilmu alam dengan ilmu manusia. Disatu pihak ilmu–ilmu alam (termasuk ilmu
sosial lainnya) bertujuan untuk menemukan hukum–hukum umum atau bersifat
nomotetis. Sedangkan sejarah berusaha
menuliskan hal–hal yang khas dan unik atau bersifat ideografis (ilmu yang
menuliskan perilaku).
d.
Sejarah Itu
Bukan Sastra
Sejarah setidaknya
berbeda dengan sastra dalam 4 (empat) hal yaitu:
1. Cara
kerja
2. Kebenaran
3. Hasil
keseluruhan
4. Kesimpulan
Dari cara kerja sastra adalah pekerjaan
hasil imajinasi yang lahir dari kehidupan sebagaimana pengarangnya mengerti.
Jika pengarangnya bersimpati dengan rakyat kecil maka sastra menceritakan
rakyat kecil
4. Pengertian Sejarah Secara Positif
Sebagai ilmu, sejarah terikat pada
prosedur peneliatian ilmiah. Sejarah juga terikat pada penalaran yang bersandar
pada fakta. Kebeneran sejarah terletak dalam kesediaan sejarawan untuk meneliti
sumber sejarah secara tuntas, sehingga diharapkan ia akan mengungkapkan secara
obyektif hasil akhir yang diharapkan ialah kecocokan antara pemahaman sejarawan
dengan fakta.
a. Sejarah
ialah ilmu tentang manusia
Peristiwa
masa lalu itu sangat luas. Terjadinya alam semesta memang sudah berlalu, tapi
itu menjadi objek
penelitian astronomi bukan sejarah. Jadi Sejarah hanya bercerita tentang
manusia dengan segala aktivitasnya baik peristiwa masa lalu, sekarang maupun
manusia yang akan datang. Akan tetapi manusia yang berupa fosil menjadi
penelitian para antropolog, arkeolog, dan sejarawan juga.
b. Sejarah
adalah ilmu tentang waktu
Jika kita berbicara tentang sejarah dalam waktu, maka sejarah
itu akan bersifat diakronis (peristiwa sejarah memanjang dalam waktu). Dalam
membicarakan waktu terjadi empat hal, yaitu:
·
Perkembangan
Perkembangan terjadi bila
berturut-turut masyarakat bergerak dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Biasanya
masyarakat akan berkembang dari bentuk yang sederhana ke bentuk yang lebih
kompleks. Perkembangan mengandaikan tidak ada pengaruh luar yang menyebabkan
pergeseran.
·
Kesinambungan
Kesinambungan terjadi bila suatu
masyarakat baru hanya melakukan adopsi lembaga-lembaga lama, seperti
kolonialisme merupakan kelanjutan dari patrimonialisme
·
Pengulangan
Pengulangan terjadi bila peristiwa
yang pernah terjdi di masa lampau terjadi lagi, seperti munculnya kaum pemodal
kuat sepanjang abad ke-19 yang menyengsarakan penduduk. Hal ini terulang lagi
pada abad ke-20.
·
Perubahan
Perubahan terjadi bila masyarakat mengalami pergeseran dan
sekaligus perkembangan. Biasanya perubahan terjadi karena pengaruh dari luar,
seperti gerakan Padri di Sumatera Barat yang menentang kaum adat sering
dianggap sebagai pengaruh gerakan wahabi di Arab yang ditularkan lewat para
haji yang pulang dari Mekkah yang tidak puas dengan kekuasaan kaum adat.
c. Sejarah
adalah ilmu tentang sesuatu yang mempunyai makna sosial
Tidak semuanya penting untuk pembangunan dan perubahan masyarakat, yang
dianggap sebagai suatu sejarah. Perubahan di masyarakat yang dianggap sebagai
sejarah apabila perubahan itu membawa dampak terhadap masyarakat itu sendiri,
seperti kedatangan para haji tehun 1888 di Banten, merekalah yang mengkorbankan
pemberontakan petani melawan kolonialisme.
d. Sejarah
ialah ilmu tentang sesuatu yang tertentu, satu-satunya dan teruji
Sejarah
adalah sejarah tertentu, misalnya jika sejarah berbicara tentang mobilitas
sosial, maka harus jelas kapan dan dimana, bagaimana, mengapa, dan siapa
mobilitas itu terjadi. Sehingga seorang sejarawan akan mempunyai pemikiran yang
berbeda dengan seorang yang bukan sejarawan. Sejarah juga ilmu yang mempelajari
tentang peristiwa yang unik (satu-satunya), misalnya sejarawan harus menulis
peristiwa, waktu, tempat yang hanya sekali terjadi. Sejarah juga harus terinci
dan detail (membahas dan menyajikan dari hal-hal yang besar sampai hal-hal yang
kecil).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar